musim hujan yang cukup parah di daerah tempat tinggal saya sekarang.
Saat curah hujan tertinggi, saya harus menyeberangi banjir hingga
setinggi dada untuk sampai ke rumah. Setelah itu, kami tidak bisa ke
mana-mana karena jalan terputus akibat banjir tersebut.
Saat ini, saat banjir sudah reda, ternyata dampaknya juga masih terasa.
Bahkan, jalan di kecamatan Muara Tabir saat ini nyaris tak bisa dilewati
kendaraan roda empat. Setelah hujan sekitar tiga hari yang lalu, ada
seorang tetangga yang bercerita bahwa ada sekitar 27 mobil yang terpuruk
dan tak bisa melewati jalan tersebut. Memang sih, mungkin bersifat
sementara sampai jalan diperbaiki. Berikut beberapa foto yang sempat
diambil oleh istri saya. Jalan tanah itu aslinya adalah jalan aspal yang
sudah mengelupas dan tergerus banjir. Jalan itu pulalah yang harus
dilewati kalau hendak menuju ke kota kabupaten, jalan utama di kota
kecamatan kami. Semoga bisa menimbulkan rasa syukur bagi rekan yang
tidak mengalami serta menggugah nurani betapa negeri ini masih memiliki
banyak hal untuk diperbaiki.
Iring-iringan mobil. paling depan mobil travel yang akhirnya tidak bisa meneruskan perjalanan karena tidak bisa jalan. Ada beberapa titik 'maut', diantaranya yang membuat mobil terdepan tidak bisa meneruskan perjalanan.
Kata seorang teman di Malang, ini lebih mirip sawah. Tapi, inilah jalan utama di ibukota kecamatan kami.
Ini kondisi jalan difoto dari sisi jalan. Tiga foto pertama diambil pada hari dan waktu berdekatan.
Ini mobil travel yang gak bisa maju dan gak bisa mundur alias 'kepater'
(gambar diambil 9 Februari 2010)
Ini kondisi jalan tanggal 9 Februari 2010. Ini kondisi di ujung sebelum masuk yang lebih parah
Ini mobil truk yang terpuruk dan tidak bisa meneruskan perjalanan. Supirnya entah ke mana.
(9 Februari 2010)
Diperbaharui: 9 Februari 2010







0 komentar:
Poskan Komentar
Silahkan masukkan komentar Anda. Tapi jangan spam, ya...