SELAMAT DATANG...

Selamat datang di blog saya. Blog ini berisi berbagai pengalaman hidup yang dialami oleh penulis. Penulis adalah seorang penerjemah lepas Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia dan sebaliknya, anggota Himpunan Penerjemah Indonesia, anggota milis Bahtera, anggota Proz.com, translatorscafe, dan penerjemah bersertifikat (TSN HPI).

Selain itu, penulis juga seorang ayah dari dua orang anak dan anggota masyarakat yang tinggal di pedesaan daerah Lampung setelah sebelumnya mengembara ke Jogja, Jakarta, dan Jambi.

Silakan ambil manfaat dari blog ini, untuk baca tulisan lengkap, klik judul posting. Oh, ya, jangan lupa tinggalkan pesan. :-)

=====

Rabu, 09 Desember 2009

Syukurilah...

Sudah lumrah dan manusiawi kalau kita menginginkan peningkatan. Ingin mendapatkan lebih dalam hal apa pun. Kita ingin lebih pintar, ingin lebih cantik, ingin lebih tampan, ingin lebih kaya, ingin lebih berkuasa, dan sebagainya. Akan tetapi, apakah semua itu akan membuat bahagia? Itu adalah persoalan lain. Bahagia tercipta dari rasa cukup dan bersyukur atas apa yang ada.



Sebenarnya, kalau kita melihat diri kita, kita akan melihat begitu banyak nikmat yang sudah dikaruniakan Tuhan kepada kita. Nikmat yang tak akan dapat kita hitung. Mulai nikmat kita dilahirkan di dunia. Pernahkah kita berfikir bahwa kita bisa lahir dan hidup sampai sekarang ini adalah sebuah karunia?

Kita diciptakan dari pertemuan sel sperma dan sel telur. Ada berjuta sperma, ada satu yang membuahi sel telur dan menjadi zigot. Di sini sperma ini adalah sperma pilihan. Ketika menjadi zigot, berubah menjadi janin, kita dipilih menjadi janin yang hidup. Bayak janin yang tidak sempat hidup sampai dilahirkan. Kita adalah janin pilihan itu. Diantara janin yang dilahirkan, tak sedikit yang meninggal dunia dalam usia belia. Kita wajib bersyukur karena kita terpilih yang hidup sampai sekarang. Ini adalah karuna pertama, karunia bahwa kita dilahirkan dan hidup sampai sekarang.

Selanjutnya, kalau kita cermati diri kita, pernahkah berfikir bagaimana metabolisme dalam tubuh kita bekerja? Semua bekerja otomatis dan sudah diatur oleh-Nya. Kita bernafas secara otomatis. Jantung berdetak secara otomatis memompa darah. Gerak reflek terjadi secara otomatis. Maka, bersyukurlah kita atas segala yang dikaruniakan pada tubuh kita. Sungguh, kalau itu semua diuangkan, akan tak ternilai harganya. Misalnya, berapa biaya yang dikeluarkan untuk cuci darah? Menumbuhkan rambut? Mengatur pernafasan? Kaki dapat berjalan? Sungguh, tak akan dapat kita menghitung semuanya.

Maka, tak ada tempat bagi kita untuk tidak bersyukur. Sungguh karunia-Nya tak terhingga. Tak dapat kita hitung. Maka, mengapa pula kita tidak taat kepada-Nya? Mengapa kita masih banyak berdalih untuk mengabaikan perintah-Nya? Mengapa kita masih senang melakukan berbagai larangan-Nya? Sementara pada saat yang bersamaan, kita menikmati begitu banyak karunia-Nya. Semoga kita bisa berfikir dan senantiasa mensyukuri nikmat-Nya.

Muara Tabir, 9 Desember 2009

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan masukkan komentar Anda. Tapi jangan spam, ya...

 
© Copyright by Gado-gado Kehidupan  |  Template by Blogspot tutorial